Ir. Rena Arifah, M.Si | Wanita Hebat Perubah Sampah Menjadi Emas, Siap Membina Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia

 


Seorang cendekiawan adalah insan yang mampu memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa dan negara. Hal itulah yang diharapkan dari hadirnya Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia atas dasar inspirasi dari Datuk Bachtiar Dja’far yang kemudian dilanjutkan oleh Ayahand H. Khairuddinsyah.

“Generasi Cendekiwan Melayu harus mampu menjadi tunas kelapa yang setiap nyiurnya memiliki makna untuk bermanfaat kepada sekitarnya. Untuk itulah Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia dibuat menjadi wadah inkubasi untuk melahirkan generasi-generasi cendekiawan Melayu sebagai insan madani yang berakhlaktul Karimah, berprestasi dan unggul dalam profesionalitas”, ujar Muhammad Wahyu Hidayah selaku Direktur Eksekutif Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia.

Dalam agenda “Inspiring Millennial Talk” yang merupakan salah satu kegiatan rutin mingguan Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia, Ir. Rena Arifah, M.Si (Inovator Arang Sehat dan Eco Enzim) selaku narasumber berharap, 20 mahasiswa yang dibina dalam Rumah Cendekiawan Indonesia mampu berkolaborasi untuk menghasilkan satu terobosan besar untuk menjawab permasalahan yang ada ditengah-tengah masyarakat. Terlebih lagi,  ketika melihat latar belakang keilmuan 20 mahasiswa yang dibina dalam Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia yang berbeda-beda maka akan mampu melahirkan sebuah inovasi yang konkrit dalam setiap sektor penerapannya.



Dalam pertemuan ini, Kak Rena juga bercerita pengalamannya saat merintis inovasinya dari olahan sampah organik. Banyak orang yang tertawa saat dia mengatakan bahwa dia akan merubah “sampah menjadi emas”. Beberapa orang, bahkan teman-teman kantornya menertawai dan menganggap remeh cita-cita dan inovasinya tersebut. Namun berkat kegigihan dan ketekun dalam melahirkan inovasinya, akhrinya dia berhasil menciptakan sebuah inovasi dengan nama “Arang Sehat”.

Semua terkejut saat inovasinya memberikan begitu banyak manfaat. Bahkan dengan program Arang Sehat-nya dia mampu membimbing ibu-ibu rumah tangga untuk menjadikan sampah organik dari limbah dapur menjadi arang sehat, kemudian penghasilannya ditabungkan untuk ditukarkan menjadi emas. Akhirnya, apa yang dikatakannya dahulu bahwa ia akan merubah sampah menjadi emas, alhasil hari ini terbukti dan mampu membantu perekonomian ibu-ibu rumah tangga.

Dan kini beliau juga mengembangkan inovasi eco enzim yang memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan masyarakat. Tidak hanya sampai disitu, berkat inovasinya tersebut, beliau mendapatkan dana hibah dari pemprov sumut senilai lebih kurang 300jt, yang diperuntukan untuk mengembangkan inovasi yang dia ciptakan. Bahkan kini program pembinaan dan pendampingan dalam membuat arang sehat dan eco enzim ke seluruh daerah-daerah di prov. Sumatera Utara, kini menjadi salah satu program dari pemprov sumatera utara. 

Kemudian diakhir pernyampaiannya, Kak Rena berinisiatif untuk membimbing para mahasiswa yang dibina dalam RCMI untuk mampu membuat arang sehat dan eco enzim serta membuka pabrik mandiri di lokasi pembinaan Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia. Hal ini bertujuan, agar menjadi pemacu motivasi para mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru yang juga memberikan manfaat di tengah-tengah masyarakat

Share on Google Plus

About Cendekiawan Melayu

1 komentar:

  1. Sesuatu yg baru perlu pemahaman dan praktek nyata di masyarakat dan mdh2 an RCMI dapat berkontribusi yg aktif utk itu.

    BalasHapus